Senin, 25 November 2013

Milan Terluka, Dunia Merana


Entah apa yang sebenarnya terjadi pada AC Milan saat ini.

Tim raksasa Ini sedang dirundung "Galau tingkat lanjut".

Ya, mereka gagal menampilkan permainan terbaik mereka sejauh ini sehingga mereka terdampar di bawah sepuluh besar.


Muncul anggapan logis atas kondisi tersebut yaitu banyaknya pemain kunci yang silih berganti cedera yang memaksa tim medis milan untuk bekerja ekstra keras. Sebut saja Pazzini. Dia sedari awal musim sudah menepi akibat cedera lutut yang dideritanya, dan hingga saat ini pekan ke 13 dia belum sekalipun menginjakkan kakinya untuk bermain. Pemain lainnya yang menambah daftar cedera milan adalah El Shaarawy dan De sciglio. Keduanya merupakan pemain penting Milan dan Timnas Italia. El Shaarawy seharusnya bisa pulih lebih cepat namun dia kembali menepi beberapa saat menjelang comeback dia setelah cedera. Parahnya waktu penyembuhannya bukan satu atau dua minggu, tapi satu bulan. Sungguh malang nasibnya sebagai salah satu the rising star yang dimiliki Milan. De Sciglio pun harus bersabar menyembuhkan cederanya dalam waktu yang cukup lama pula. Selanjutnya Kaka, dia pun sempat tidak bermain akibat cedera di awal musim.

Selain cedera, sejumlah pemain kunci Milan terkena larangan bertanding dalam beberapa laga, seperti Balotelli, Montolivo dan Mexes. Balotelli dihukum tiga laga akibat protes keras pada wasit usai Milan dikalahkan Napoli. Montolivo dihukum akibat mendapat kartu merah saat menjamu Chievo, dan Mexes dilarang bermain empat pertandingan akibat memukul Chiellini saat Milan melawan Juventus. Praktis dengan kehilangan sejumlah pemain kunci di awal musim membuat Milan berada ke dalam kondisi saat ini. Mereka bermain tanpa determinasi, tanpa pola yang jelas, dan minimdaya juang.

Faktor cedera yang masif dan suspensi ini disebut-sebut sebagai penyebab utama kekarut-marutan Milan saat ini, namun faktor cedera dianggap memiliki efek yang lebih besar pada performa Milan ketimbang suspensi karena jumlahnya lebih banyak dan waktu kembalinya pun lebih lama. Lalu muncullah pertanyaan-pertanyaan liar: mengapa mereka begitu mudahnya cedera? Apakah metode kepelatihan Allegri yang terlalu memaksa pemain menguras fisiknya sehingga banyak berjatuhan ‘korban’? Ataukah para staf medis milan yang kinerjanya mengecewakan? Masalah ini hanya Tuhan dan manajemen Milan lah yang tahu.

Kondisi ini tentu menjadi santapan lezat bagi media. Mereka memanfaatkan situasi yang terjadi pada milan saat ini untuk membuat spekulasi pemecatan Allegri. Bukan hanya dia, wakil presiden milan Adriano Galliani pun diisukan bakal didepak oleh pemilik milan yang nampaknya telah diambilalih Barbara Berluscoi atau anak dari orang nomor satu Milan, Silvio Berlusconi. Milan membutuhkan perombakan menyeluruh untuk mengatasi masalah serius ini. Itulah yang dikatakan media yang mendasarkan klaimnya pada perkataan Barbara.

Milan adalah satu-satunya tim besar di eropa yang berada di bawah sepuluh besar papan klasemen sementara sejauh ini. Tengoklah empat liga teratas dunia, BBVA, BPL, Bundesliga, dan Serie A. Tim-tim besar dari liga-liga termasyur tersebut saat ini sedang menghuni papan atas klasemen masing-masing liga. Hal ini tentunya membuat geram para Milanisti seantero dunia. Mereka menuntut perubahan signifikan padaMilan termasuk perbaikan sektor belakang yang menjadi sorotan utama mereka. Musim dingin Januari nanti Milan sudah pasti akan kedatangan pemain asal Perancis, Adil Rami dengan status pinjaman. Dia akan dipermanenkan jika bermain sesuai ekspektasi para petinggi milan, itulah klausul kontraknya.

Di saat kekuatan-kekuatan besar Serie A sedang giat-giatnya membangun diri demi melejitkan kembali Serie A menjadi Liga Nomor satu dunia seperti pada era tahun 90an hingga awal abad ke-20, Milan malah loyo. Investor asing terlihat sudah mulai meregangkan sayap bisnisnya di Serie A, sebut saja Roma dan Inter. Saham Roma dipegang orang asing sebesar 31 % sedangkan Inter lebih besar lagi, sekitar 70 persen lebih dipegang oleh konsorsium pengusaha Indonesia yang dikomandoi oleh Erick Thohir.

Menarik melihat perkembangan Milan saat ini. Dunia sedang menunggu kejutan yang akan Milan berikan layaknya yang mereka pertontonkan pada musim 2012-2013. Saat itu, Milan dengan heroik membuat mata dunia terbelalak atas comeback ‘gila’ mereka yang mulanya mereka terseok-seok di peringkat 16 sampai akhirnya mereka berhasil menutup musim dengan catatan indah yaitu finis di posisi 3. Kita simak bersama, apakah peraih 18 scudetti dan 7 trofi Liga Champions ini mampu mengulang comeback sukses mereka musim lalu? Wait and see 

LugazD


Tidak ada komentar:

Posting Komentar